Beda Kartu Prakerja & Tandingannya Prakerja.org, Anggota DPR Puji Selangit Inovasi Anak Bangsa

  • Whatsapp

TRIBUNJAKARTA.COM – Pemerintah Indonesia telah memiliki program Kartu Prakerja, pelatihan bagi masyarakat yang mencari pekerjaan dan ingin meningkatkan keahlian.

Kartu Prakerja menjadi salah satu program yang dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo diwujudkan di periode kedua kepemimpinannya.

Meski demikian, dalam praktiknya Kartu Prakerja menuai pro kontra mulai dari mitra sampai jenis pelatihan dan insentif yang diberikan.

TONTON JUGA:

Adanya hal tersebut membuat munculnya situs tandingan prakerja.go.id yakni prakerja.org.

Lantas apa bedanya faslitas keduanya?

Berikut perbedaan kartu Prakerja dan situs tandingannya Prakerja.org dirangkum TribunJakarta:

Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja merupakan pengembangan kompetensi melalui bantuan biaya pelatihan dan tidak sedang sekolah atau kuliah.

Program pelatihan yang dapat diambil dalam Kartu Prakerja berbasis online dan offline.

Kepala Staf Presiden, Moeldoko, menjelaskan Kartu Prakerja bukan bentuk menggaji pengangguran seperti yang sempat ramai beredar.

Ilustrasi kartu prakerja
Ilustrasi kartu prakerja (setkab.go.id)

Meski demikian, program pencari kerja atau pekerja bisa mendapatkan layanan pelatihan vokasi.

Dalam prosesnya tersebut, Moeldoko mengatakan para peserta Kartu Prakerja bisa mengantongi uang hingga Rp 500 ribu. Jumlah itu, akan diberikan secara digital hanya sebanyak 1 kali.

Moeldoko menjelaskan, yang dapat fasilitas tersebut adalah peserta yang telah masuk kualifikasi dalam syarat mendaftar kemudian diterima Balai Pelatihan Kerja (BLK).

Setelah mendapat pelatihan dalam jangka waktu tertentu, peserta pun mengisi evaluasi pelatihan. Nantinya akan menerima uang sekitar Rp 100 ribu yang diberikan secara digital di awal.

“Setelah lulus, kemudian ditanya lagi oleh PMO, apa kursus Anda baik atau tidak. Untuk mencari feedback kursus ini bisa diikutkan lagi tahun berikutnya. Agar saya semangat ngisi kira-kira ada Rp 100 ribu masuk ke kantong saya,” tegas Moeldoko.

Kartu Prakerja
Kartu Prakerja (Kompas.com)

Baru setelah lulus, peserta kembali menerima kembali uang sebesar Rp 500 ribu. Tujuannya sebagai ongkos dan modal para pekerja sambil mencari lowongan pekerjaan selama masa pelatihan.

Platform digital yang bekerja sama di Kartu Prakerja antara lain Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

Prakerja.org

Dikutip dari laman resminya pada Kamis (21/5/2020), disebutkan pelatihan-pelatihan yang diberikan Prakerja.org tanpa biaya alias gratis.

Lebih lanjutkualitas pelatihan bersaing dengan pelatihan berbayar.

Selanjutnya Prakerja.org membuka semua pihak berkontribusi memberikan pelatihan gratis.

“Prakerja.org adalah bentuk kritik terhadap pemerintah terhadap program Kartu prakerja. Lihat manifesto lengkap kami. Anda bisa bergabung dalam aksi nyata dengan menghubungi kami di [email protected],” tulis pengumuman tersebut.

Selain itu, seluruh informasi yang ada di Prakerja.org bersifat pendidikan dan bukan untuk keperluan komersial.

Pemegang hak atas kekayaan intelektual seluruh konten pendidikan dalam Prakerja.org ini merupakan masing-masing pencipta konten.

Untuk itu jika ada pihak yang keberatan kontennya di-publish diminta untuk menghubungi pihak Prakerja.org.

Tangkapan layar prakerja.org pada kategori bisnis digital

Prakerja.org juga tidak mengutip biaya apapun dan tidak menarik keuntungan komersial.

Situs ini juga tidak memberikan insentif apapun kepada pihak manapun terkait konten yang dipublikasikan.

“Apabila terjadi pendapatan untuk Prakerja.org seperti iklan, donasi atau pendapatan lain akan digunakan untuk operasional,” tulisnya.

Anggota Fraksi PKS Buka Suara

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Sukamta menyambut baik munculnya situs tandingan program Kartu Prakerja.

Sukamta menilai, kemunculan Prakerja.org merupakan buah kreativitas anak bangsa yang patut mendapat apresiasi.

“Ini kreativitas anak bangsa yang patut diacungi dua jempol sekaligus,” papar Sukamta dilansir dari Kompas.

Menurut Sukamta, pembuat situs tersebut juga menunjukan kepeduliannya dengan nasib bangsa lewat cara yang cerdas.

Situs tersebut dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya usia muda yang banyak menggunakan akses internet.

“Sangat membantu untuk pengembangan diri sebagai bekal mendapatkan pekerjaan yang layak,” kata Sukamta.

Di sisi lain, menurut Sukamta, kemunculan Prakerja.org ini menjadi kritik paling nyata terhadap penyelenggaran program Kartu Prakerja yang menggunakan anggaran negara senilai Rp 20 triliun.

FOLLOW JUGA:

Selain itu, lanjut dia, Prakerja.org juga menegaskan akan adanya dua kenyataan.

Pertama, pelatihan online bisa diakses secara luas oleh masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya.

Pelatihan online tersebut juga tidak perlu menghabiskan anggaran rakyat senilai Rp 5,6 triliun sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah bersama delapan platform digital.

“Yang ternyata dengan anggaran sebesar itu juga tidak memberi jaminan peserta akan mendapatkan pekerjaan,” ucap Sukamta.

Kemudian kenyataan kedua, menurut Sukamta, Prakerja.org juga menyediakan materi-materi keterampilan pelatihan kerja berkualitas meskipun diakses gratis.

“Jadi yang berkualitas juga bisa disediakan secara gratis, di internet banyak hal bisa didapatkan,” kata dia.

“Mestinya dengan kondisi bangsa yang tengah kesulitan keuangan karena dampak Covid-19, pemerintah bisa hemat anggaran dan gunakan untuk hal yang paling prioritas,” ucap Sukamta.

(TRIBUNJAKARTA/KOMPAS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *